Pengaruh Konsentrasi Gliserol Dan Sorbitol Terhadap Karakteristik Daya Serap Air Edible Film Dari Pektin Kulit Pisang

Main Article Content

Nisya Qonita Zahra
Royfa Fenandita Finadzir
Fitria Yulistiani

Abstract

ABSTRAK


 Penggunaan edible film menghasilkan limbah dan polusi yang lebih sedikit, namun karakteristiknya masih belum mendekati sifat kemasan sintetis. Salah satu karakteristik yang perlu diperbaiki adalah daya serap air/WVTR (Water Vapor Transmission Rate). Pada penelitian ini dilakukan studi literatur mengenai pengaruh jenis dan konsentrasi pemlastis (gliserol dan sorbitol) terhadap karakteristik WVTR edible film dari pektin kulit pisang. Literatur yang akan dikaji dalam penelitian ini dibatasi pada hasil penelitian terkait pembuatan edible film berbasis pektin kulit pisang serta menggunakan pemlastis gliserol dan sorbitol. Pada produk edible film yang dibuat menggunakan pemlastis dengan konsentrasi 10%, pemlastis sorbitol menghasilkan WVTR yang lebih rendah (3,66 g.H2O/jam.m2) dibandingkan dengan pemlastis gliserol (3,93 g.H2O/jam.m2). Dari kedua jenis pemlastis tersebut, konsentrasi yang memberikan nilai WVTR terendah (3,66 – 4,66 g.H2O/jam.m2) ada pada rentang 5-15%. Dari seluruh hasil penelitian yang dikaji, karakteristik WVTR produk edible film sudah memenuhi Japanese Industrial Standard (JIS Z 1707, 1975).


Kata kunci: Edible film, pemlastis, daya serap air, pektin kulit pisang


 


ABSTRACT


 The use of edible films results in less waste and pollution, but their properties are still not close to those of synthetic packaging. One of its properties that need to be improved is its water vapor transmission rate (WVTR). In this study, a literature study was carried out regarding the effect of plasticizers (glycerol and sorbitol) on WVTR of edible film from banana peel pectin. The literature being studied in this study is limited to the research related to edible film production based on banana peel pectin and using glycerol and sorbitol plasticizers. In the edible film which is made using a plasticizer with concentration 10%, sorbitol plasticizer produces the edible film with lower WVTR (3.66 g.H2O/hr.m2) compared to glycerol plasticizers (3.93 g.H2O/hr.m2). Of the two types of plasticizers, the concentrations that give the lowest WVTR values (3.66 – 4.66 g.H2O/hr.m2) ​​are in the range of 5-15%. From all the research results reviewed, the WVTR characteristics of edible film products have met the Japanese Industrial Standard (JIS Z 1707, 1975).


Keywords: Edible film, plasticizer, water vapor transmission rate, banana peel pectin

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Zahra, N. Q., Finadzir, R. F., & Yulistiani, F. (2020). Pengaruh Konsentrasi Gliserol Dan Sorbitol Terhadap Karakteristik Daya Serap Air Edible Film Dari Pektin Kulit Pisang. FLUIDA, 13(2), 54-58. https://doi.org/10.35313/fluida.v13i2.2244
Section
Articles

References

Akili, M., Ahmad, U., & Suyatma, N. (2012). Karakteristik Edible Film dari Pektin Hasil Ekstraksi Kulit Pisang. Jurnal Keteknikan Pertanian, 26(1).
Anderson, C., & Simsek, S. (2019). How do arabinoxylan films interact withwater and soil? Foods, 8(6).
Andriasty, V., Praseptiangga, D., & Utami, R. (2015). Pembuatan Edible Film Dari Pektik Kulit Pisang Raja Bulu (Musa Sapientum var Paradica baker) Dengan Penambahan Minyak Atsiri Jahe Emprit (Zingebir officinalle var. amarum) Dan Aplikasinya Pada Tomat Cherry (Lycopersiconesculentum var. cerasiforme). Jurnal Teknosains Pangan, 4(4), 1–7.
Nugroho, A., Basito, & Katri, R. B. A. (2013). Kajian pembuatan edible film tapioka dengan pengaruh penambahan pektin beberapa jenis kulit pisang terhadap karakteristik fisik dan mekanik. Jurnal Teknosains Pangan Januari Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Sebelas Maret Jurnal Teknosains Pangan.
Rofikah, Pratjojo, W., & Sumarni, W. (2014). Pemanfaatan Pektin Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca Linn) untuk Pembuatan Edible Film. IJCS - Indonesia Journal of Chemical Science, 3(1), 17–21.
Rosida, Sudaryati, & Yahya, A. M. (2018). Edible Film from the Pectin of Papaya Skin (The Study of Cassava Starch and Glycerol Addition). Journal of Physics: Conference Series.
Salsabila, A., Revilia, W. T., Anwar, M. H., & Education, B. (2017). Characteristics of Thickness and Permeability of Water Vapour on Edible Film Made From Banana Peels Kepok Pectin With the Addition of Sorbitol. 4(Icons), 286–291.
Wirawan, S. K., Prasetya, A., & Ernie, E. (2012). Pengaruh Plasticizer pada Karakteristik Edible Film dari Pektin. REAKTOR, 14(1).
Wittaya, T. (2013). Influence of Type and Concentration of Plasticizers on the Properties of Edible Film From Mung Bean Proteins. KMITL Science and Technology Journal.
Yulistiani, F., Kurnia, D. R. D., Agustina, M., & Istiqlaliyah, Y. (2019). Pembuatan Edible Film Antibakteri berbahan dasar Pektin Albedo Semangka, Sagu, dan Ekstrak Bawang Putih. Fluida, 12(1), 29–34.