Pengaruh Waktu dan Suhu terhadap Proses Pengeringan Bawang Merah menggunakan Tray Dryer

Main Article Content

Rintis Manfaati
Hibah Baskoro
Muhammad Muhlis Rifai

Abstract

Peningkatan produksi bawang merah akan membuat stok melimpah dan harga bawang merah akan turun. Produk olahan bawang merah bertujuan untuk memperpanjang daya simpan dan meningkatkan nilai tambah. Salah satu metoda pengolahan dan pengawetan makanan adalah melalui pengeringan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui suhu dan waktu pengeringan optimum serta laju pengeringan bawang merah menggunakan Tray dryer. Pada penelitian ini  suhu pengeringan divariasikan  pada range 50 -70oC, waktu pengeringan pada range 4-8 jam dan laju udara pengeringan 2,0 m/s . Analisis yang dilakukan terhadap produk adalah nilai kadar air menggunakan metode Gravimetri, kadar abu menggunakan metode pengabuan langsung/kering, dan kadar protein menggunakan metode Kjehdahl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu optimum pengeringan bawang merah menggunakan Tray dryer adalah 70˚C dan waktu optimum pengeringan adalah 7 jam. Produk pengeringan memiliki nilai kadar air sebesar 4%, kadar abu 3,95%, dan kadar protein 2,3%.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

References

Alamsyah, R., G. Pohan, dan A. S. Herman. 2008. Kajian Penerapan Alat Pengering Bawang Merah di Sentra Produksi Brebes – Jawa Tengah. Jurnal Riset Industri Vol. 2.

Astuti, S. M. 2008. Teknik Pengeringan Bawang Merah dengan Cara Perlakuan Suhu dan Tekanan Vakum. Buletin Teknik Pertanian Vol. 13.

Badan Pusat Statistik (BPS). Statistik Tanaman Sayuran dan Buah‐buahan Semusim Indonesia 2017. http://www.bps.go.id/ (diakses pada tanggal 1 Februari 2019 pukul 20.37 WIB.)

Geankoplis, C.J. 1993. Transport Process and Unit Operations. Edition 3rd. Prentice-Hall International, Inc.

Henderson, S. M., dan R. L. Perry. 1955. Agricutural Process Engineering. USA; John Wiley & Sons, Inc., New York.

Mc.Cabe, Warren L. 2002. Unit Operation of Chemical Engineering. Edition 4th. Mc. Grow Hill International Book Co : Singapore.

Nugraha, S., R. S. Adiandri, dan Yulianingsih. 2011. Pelayuan dan Pengeringan Bawang Merah Menggunakan Instore Drying untuk Mempertahankan Mutu dan Mengurangi Tingkat Kerusakan. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian : Bogor.

Rostiati, Alam, N., dan Muhardi. 2014. Sifat Fisik-Kimia dan Organoleptik Bawang Goreng Palu Pada Berbagai Frekuensi Pemakaian Minyak Goreng. Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Tahun 2014.

Traub, Daren A, 2002, The Dryng Curve Part 1.https://www.processheating.com/articles/86586-the-dryng-curve-part-1 (diakses pada tgl 12 Juli 2019).

Ummah, N., A. P. Purwanto, dan A. Suryani 2016. Penentuan Konstanta Laju Pengeringan Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Iris Menggunakan Tunel Dehydrator. Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor : Bogor.

United States Departement of Agriculture USDA, 2012.Plant Database for Standar Reference, https://plants.sc.egov.usda.gov/java/ (diakses pada Januari 2019).