https://jurnal.polban.ac.id/ojs-3.1.2/kimia/issue/feed FLUIDA 2020-04-06T08:36:28+00:00 Irwan Hidayatulloh, S.T., M.T. irwan.hidayatulloh@polban.ac.id Open Journal Systems <p><strong>FLUIDA</strong> (ISSN: 1412-8543) is a science and technology journal that contains articles taken from laboratory research results, simulation results of problems, conceptual analysis (the study of problem-solving in writing) about the production process, troubleshooting, and maintenance as well as results of studies/evaluations of the performance of a system process, especially in the fields of Chemical Engineering, Sustainable and Renewable Energy, Bioprocess Technology, and Food Technology.</p> https://jurnal.polban.ac.id/ojs-3.1.2/kimia/article/view/1596 Pengaruh Waktu dan Suhu terhadap Proses Pengeringan Bawang Merah menggunakan Tray Dryer 2020-04-06T08:36:28+00:00 Rintis Manfaati rintismanfaati@gmail.com Hibah Baskoro rintismanfaati@gmail.com Muhammad Muhlis Rifai rintismanfaati@gmail.com <p>Peningkatan produksi bawang merah akan membuat stok melimpah dan harga bawang merah akan turun. Produk olahan bawang merah bertujuan untuk memperpanjang daya simpan dan meningkatkan nilai tambah. Salah satu metoda pengolahan dan pengawetan makanan adalah melalui pengeringan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui suhu dan waktu pengeringan optimum serta laju pengeringan bawang merah menggunakan <em>Tray dryer</em>. Pada penelitian ini&nbsp; suhu pengeringan divariasikan&nbsp; pada range 50 -70<sup>o</sup>C, waktu pengeringan pada range 4-8 jam dan laju udara pengeringan 2,0 m/s . Analisis yang dilakukan terhadap produk adalah nilai kadar air menggunakan metode Gravimetri, kadar abu menggunakan metode pengabuan langsung/kering, dan kadar protein menggunakan metode Kjehdahl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu optimum pengeringan bawang merah menggunakan <em>Tray dryer</em> adalah 70˚C dan waktu optimum pengeringan adalah 7 jam. Produk pengeringan memiliki nilai kadar air sebesar 4%, kadar abu 3,95%, dan kadar protein 2,3%.</p> 2019-11-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2019 FLUIDA https://jurnal.polban.ac.id/ojs-3.1.2/kimia/article/view/1601 Penentuan Tekanan dan Waktu Optimum dalam Pembuatan Serbuk Telur menggunakan Oven Vakum 2020-04-06T08:36:25+00:00 Emmanuela Widyanti emmanuela25@ymail.com Endang Kusumawati emmanuela25@ymail.com Argit Fajar Sukmana emmanuela25@ymail.com Zaki Maulana Ahmad Mudzakkir emmanuela25@ymail.com <p>Penelitian tentang pengeringan telur ayam menggunakan oven vakum dilakukan untuk mendapatkan kondisi terbaik dari serbuk telur, sehingga kualitas tidak berubah. Penelitian pendahuluan dalam mendapatkan air dalam kesetimbangan, menggunakan metode <em>tray drying,</em> dilakukan pada suhu 44°C untuk menjaga degradasi protein. Air dalam telur mencapai kesetimbangan sebesar 4,84%. Penentuan tekanan optimum dilakukan pada oven vakum, dengan variasi tekanan 80, 160, 240, 320, 400 mbar Absolut, didapatkan pada 80 mbar Absolut, yaitu terjadi pengurangan massa telur 33,76 g dan kadar air sebesar 4,76%. Variasi waktu pengeringan pada menit ke 40, 80, 120, 160, dan 200, didapatkan penurunan massa telur pada menit ke 160 sebesar 37,87 g dengan kadar air sebesar 1,12%. Analisis kadar protein serbuk telur menggunakan spektrofotometri metode biuret, didapatkan peningkatan 15,37 – 80,66% dan lemak menggunakan ekstraksi soxhlet terjadi penurunan dari 43,53 - 37,47%. dari menit 80 sampai 160. Penampilan serbuk telur setelah 25 hari menunjukkan hasil yang baik, karena tidak berubah warna, bau dan fisik.</p> 2019-11-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2019 FLUIDA https://jurnal.polban.ac.id/ojs-3.1.2/kimia/article/view/1847 Rancang Bangun Alat Pembuatan Aqua Purificata (Perbandingan Kualitas Produk dari Reverse Osmosis, Ion Exchanger, dan Water Distiller) 2020-04-06T08:36:11+00:00 Robert Junaidi roju@polsri.ac.id Yuniar Yuniar roju@polsri.ac.id Virwindica Bella roju@polsri.ac.id Adhe Julian roju@polsri.ac.id Amalia Rahmah roju@polsri.ac.id <p>Penelitian dilakukan untuk merancang proses produksi <em>aqua purificata</em> dan memurnikan air keran dengan memasang dan menggabungkan penyaringan multi-tahap dengan metode lain seperti, <em>reverse osmosis</em>, pertukaran ion, dan unit distilasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan kualitas produk dari setiap outlet unit akhir sehingga dapat ditentukan mana yang memenuhi spesifikasi standar. Proses pemurnian air umpan dalam reverse osmosis dilakukan dengan memvariasikan tekanan operasional dalam 20, 40, 50, dan 60 bar. Pada penukar ion, pengamatan dilakukan dengan menentukan pengaruh laju aliran umpan terhadap keluaran dengan variasi 100, 125, dan 150 ml / menit. Selain itu, dalam penyuling air, proses pemanasan di dalam unit dipengaruhi oleh laju aliran umpan 0,2055 L / mnt dan volume output dikontrol oleh waktu operasi dengan kisaran 5, 10, 15, 20, dan 25 menit. Menurut nomor spesifikasi ASTM D1193-91 dan NCCLS dari hasil pengukuran, <em>aqua purificata </em>yang dihasilkan oleh reverse osmosis dan penyuling air dikategorikan sebagai tipe 1.</p> 2019-11-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2019 FLUIDA https://jurnal.polban.ac.id/ojs-3.1.2/kimia/article/view/1616 Pengaruh Ukuran Adsorben Kulit Pisang Kepok terhadap Penurunan Nilai Asam Lemak Bebas Minyak Goreng Bekas 2020-04-06T08:36:21+00:00 Joko Suryadi joko.suryadi@polban.ac.id Endang Widiastuti joko.suryadi@polban.ac.id Mohammad Idris Asyraf Ali joko.suryadi@polban.ac.id Zulfany Ali joko.suryadi@polban.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat perbaikan kualitas terhadap jelantah yang dapat dilakukan kulit pisang kepok. Minyak jelantah yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari penjual gorengan dan didiamkan selama 24 jam sebelum diproses lebih lanjut. Metode adsorpsi yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah metode <em>batch</em> pada temperature 40 <sup>o</sup>C dengan waktu kontak pada 30 dan 60 menit. Kecepatan pengadukan diatur pada 500 rpm. Ukuran adsorben divariasikan pada 35, 60, dan 230 mesh. Karakterisasi yang dilakukan pada adsorben adalah kapasitas adsorpsi dengan variasi massa menggunakan metode iodin. Parameter kualitas jelantah adalah persen perubahan nilai asam lemak bebas sebelum dan sesudah perlakuan adsorpsi. Karakteristik kulit pisang sebagai adsorben dengan efisiensi terbesar ditunjukkan pada kulit pisang pada ukuran 230 mesh sebanyak 2 gram sebesar 73,38%. Persentase penurunan asam lemak bebas terbesar ditunjukkan pada kulit pisang pada ukuran 35 mesh dengan pengadukan selama 60 menit dengan nilai 8,57%.</p> 2019-11-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2019 FLUIDA https://jurnal.polban.ac.id/ojs-3.1.2/kimia/article/view/1620 Modifikasi Homopolimer Poli (Vinil Asetat) dengan Variabel Hidrofobisitas Emulsifier untuk Aplikasi Perkayuan 2020-04-06T08:36:14+00:00 Rony Pasonang Sihombing rony.pasonang.sihombing@polban.ac.id Agustinus Ngatin angatin5@yahoo.com <p>Perekat (lem) merupakan salah satu media yang sangat penting untuk menyatukan kayu yang satu dengan lainnya dan berbasis pada pelarut. Umumnya, pelarut yang digunakan adalah pelarut organik golongan BTX (<em>Benzena, Toluene, dan Xylene</em>) yang merupakan pelarut berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan. Untuk itu perekat berbasis air yang berbahan baku vinil asetat akan diperkenalkan pada penelitian ini. Pengaruh hidrofobisitas surfaktan yang digunakan terhadap viskositasnya dijadikan tujuan dari penelitian ini. Vinil asetat dan polivinil alkohol digunakan sebagai bahan baku. Asam tartrat dan amonium persulfat digunakan sebagai bahan pendukung proses. Proses polimerisasi dilakukan di dalam reaktor dilengkapi kondensor, termometer, dan motor pengaduk dengan laju 50 – 500 rpm (opsional, hingga terbentuk vorteks). <em>Water bath</em> dipanaskan pada tekanan 1 atm dan suhu sekitar 75<sup>0</sup>C. Perekat yang dihasilkan dilakukan uji viskositas dan total NVC . Hasil penelitian adalah sintesis perekat melalui proses polimerisasi vinil asetat dengan polivinil alkohol berhasil dibuat, dengan hasil perekat tanpa menggunakan surfaktan memiliki viskositas (13.400 cps) di antara NP-10 (14.500 cps) dan NP-06 (5.500 cps), sehingga perekat dengan surfaktan NP-10 memiliki viskositas paling tinggi dengan nilai 14.500 cps dari ketiga perekat yang dihasilkan.</p> 2019-11-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2019 FLUIDA https://jurnal.polban.ac.id/ojs-3.1.2/kimia/article/view/1618 Pengaruh Gelling Agent terhadap Pembentukan Oleogel Berbasis Canola Oil 2020-04-06T08:36:17+00:00 Dhyna Analyes Trirahayu dhyna.analyes@polban.ac.id Budi Santoso busantprofesi@gmail.com <p>Indonesia merupakan negara dengan kekayaan hayati tinggi. Salah satu hasil kehutanan yang melimpah di Indonesia adalah pulp. Selain sebagai kertas, pulp juga dapat diolah menjadi produk turunan lain yang memiliki nilai jual lebih tinggi, salah satunya selulosa. Kandungan selulosa dalam pulp cukup tinggi dapat mencapai lebih dari 90%. Dari selulosa ini banyak produk turunan yang dapat dihasilkan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi dan sangat bermanfaat. Turunan selulosa dapat dimanfaatkan sebagai <em>gelling agent</em> salah satunya untuk membentuk oleogel. Oleogel adalah gel di mana fasa cairnya adalah minyak, berbeda dengan hidrogel, yang memiliki fasa cair air. Potensi aplikasi dari oleogel sangat beragam di industri makanan, farmasi, kosmetik, dan petrokimia. Salah satu produk turunan selulosa yang dapat dimanfaatkan sebagai <em>gelling agent</em> adalah hydroxypropyl methyl cellulose (HPMC). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan observasi terhadap pembentukan oleogel berbasis minyak canola dengan menggunakan HPMC dan Xanthan Gum (XG) sebagai <em>gelling agents</em>. Pembentukan oleogel dilakukan menggunakan kombinasi HPMC dan XG dengan komposisi yang divariasikan menggunakan metode pengadukan. Oleogel terbaik diperoleh menggunakan kombinasi <em>gelling agent</em> HPMC : XG = 1 : 1 sebanyak 2 gr (2%&nbsp; b/b).</p> 2019-11-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2019 FLUIDA