Peramalan Indeks Kekeringan Kelayang Menggunakan Metode Sarima dan SPI

Main Article Content

Widdya Rahmalina
Novreta

Abstract

Kekeringan adalah salah satu bencana alam yang terjadi secara perlahan berlangsung lama hingga musim hujan tiba yang mempunyai dampak yang luas. Salah satu dampak kekeringan pada bidang pertanian pernah terjadi pada kabupaten Indragiri Hulu pada tahun 2015. Daerah irigasi (D.I) Kelayang merupakan daerah irigasi potensial yang mengairi wilayah pertanian di Kabupaten Indragiri Hulu. Untuk menanggulangi dampak kekeringan untuk masa yang akan datang  perlu dilakukan peramalan indeks kekeringan. Indeks kekeringan sangat bergantung pada curah hujan. Untuk itu dilakukan peramalan curah hujan D.I Kelayang menggunakan metode Seasonal Autogressive Integrated Moving Average (SARIMA) karena diduga curah hujan merupakan data yang mengandung pola musiman. Kemudian dilakukan analisis indeks kekeringan menggunakan metode Standardized Precipitation Index (SPI). Hasil penelitian diperoleh model SARIMA (2,0,1)(0,1,1)12 merupakan model yang layak digunakan untuk peramalan karena telah melewati uji kerandoman dan kenormalan residual dengan mean squared dari residual yang terkecil yakni 4111,51. Setelah data peramalan curah hujan tahun 2019 didapatkan, dilakukan analisa indeks kekeringan dan diperoleh indeks SPI bernilai negatif yang tertinggi terjadi pada bulan Januari yaitu -0,252, sedangkan SPI bernilai positif tertinggi terjadi pada bulan Juli yaitu sebesar 0,169. Indeks kekeringan di D.I Kelayang bersifat “Normal”. Peramalan indeks kekeringan ini dapat menjadi informasi tambahan bagi Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Rahmalina, W., & Novreta. (2020). Peramalan Indeks Kekeringan Kelayang Menggunakan Metode Sarima dan SPI. Potensi : Jurnal Sipil Politeknik, 22(1), 64-75. https://doi.org/10.35313/potensi.v22i1.1824
Section
Articles