Evaluasi Kinerja Sambungan Memanjang Perkerasan Komposit Berdasarkan Kuat Geser (Lokasi Studi: Batas Padalarang – Batas Cimahi)

Authors

  • Alif Zhorif Kafi Azana Siahaan Politeknik Negeri Bandung
  • Farhandi Ali Irhas Politeknik Negeri Bandung
  • Atmy Verani Rouly Sihombing Politeknik Negeri Bandung

DOI:

https://doi.org/10.35313/irwns.v16i1.6681

Abstract

Bahu jalan berfungsi menambah kapasitas jalan dan sebagai jalur darurat. Jenisnya mencakup bahu perkerasan kaku, lentur, dan tanah, masing-masing dengan karakteristik berbeda. Pada jalan komposit, perbedaan material antara bahu dan badan jalan sering menimbulkan retak di sambungan memanjang akibat beban lalu lintas dan perubahan suhu. Pembangunan jalan komposit di sambungan memanjang kerap terjadi dan memengaruhi umur layanan jalan. Perbedaan sifat mekanik antara perkerasan kaku dan lentur menyebabkan respons berbeda terhadap beban: perkerasan kaku lebih tahan, sedangkan lentur rentan terhadap deformasi. Untuk mengatasi ketusakan ini, diperlukan desain sambungan dan metode konstruksi yang tepat, salah satunya dengan menambahkan semua takikan dan joint sealant guna memperkuat ikatan dan distribusi tegangan. Uji kuat geser menggunakan alat modifikasi marshall menunjukkan semua skenario memenuhi syarat minimum tahanan geser (32,56 - 10-2 Kg/cm2), dengan hasil terbaik pada sambungan bertakikan (SMPKDT) yaitu 729,84 - 10-2 Kg/cm2.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-08-01