IDENTIFIKASI RISIKO E-PURCHASING DALAM AKTIVITAS PENGADAAN BARANG DAN JASA DI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Main Article Content
Abstract
Penggunaan metode e-purchasing dalam kegiatan pengadaan barang dan jasa (PBJ) instansi pemerintah mempunyai kelebihan dari sisi kecepatan dan sistem yang sederhana. Politeknik Negeri Bandung (Polban) sebagai instansi pemerintah, hampir setiap tahun menggunakan metode e-purchasing dalam pemenuhan sebagian kebutuhan barang dan jasanya. Penggunaan metode ini bukan berarti tanpa risiko yang dapat menghambat tujuan pengadaan barang jasa itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko yang dapat muncul dalam penggunaan e-purchasing. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Risiko diidentifikasi di lapangan oleh para pelaku pengadaan barang dan jasa kemudian dilakukan penilaian tingkat risikonya yang merujuk hasil kuesioner. Dari penelitian ini, diidentifikasi tiga belas risiko dari tiga tahapan. Semua risiko tersebut berkatagori risiko tinggi yang artinya jika tidak dilakukan mitigasi risiko, kegiatan PBJ di Polban akan terhambat. Risiko terbesar ada pada tahapan pelaksanaan kontrak yaitu pengiriman barang bukan oleh penyedia, tetapi melalui jasa pengiriman barang/jasa. Risiko ini bisa menyebabkan barang/jasa yang dipesan tidak sampai atau hilang saat dikirim sehingga menimbulkan kesulitan untuk mengklaim jika ada kerusakan barang/cacat mutu.
Kata kunci: e-purchasing, identifikasi risiko, polban, pengadaan barang dan jasa